Thursday, August 13, 2009

CONSTRUCTED WET LAND



constructed wet land (lahan basah yang sengaja dibuat) adalah salah satu system pengolahan limbah yang prinsipnya cenderung meniru proses purifikasi di alam.

System ini banyak digunakan untuk penanganan limbah domestik komunal dan limbah pertanian. Salah satu prasyarat yang diperlukan adalah tersedianya lahan.

1. SISTEM PENGOLAHAN

Terdapat beberapa tipe system pengolahan dasar (basic Treatment System) yang masuk katagori constructed wet land :

a. Treatment diatas permukaan tanah.

b. Filtrasi dengan aliran vertical

c. Filtrasi dengan aliran horizontal.


Treatment diatas permukaan

Dilakukan dengan menyebarkan air limbah secara teratur di atas permukaan tanah dibentuk sedemikian rupa hingga contournya bertingkat sesuai dengan desain.


Filtrasi dengan aliran vertikal

Dilakukan dengan membagi limabh ke beberapa filter bed (2 atau 3 unit) secara bergantian. Pembagian limbah secara bergantian dilakukan dengan pengaturan klep sehingga diperlukan operator untuk pengoperasiannya.


Filtrasi dengan aliran horizontal

Dilakukan dengan mengalirkan limbah melewati media filter secara horizontal. Cara ini sederhana dan praktis tidak membutuhkan perawatan, bila didesain dan dibangun dengan baik.

2. FILTRASI HORISONTAL

Penyumbatan adalah merupakan salah satu factor yang perlu diperhatikan dalam filtrasi ini. Bila terjadi penyumbatan maka konstruksi tersebut tidak akan berfungsi dengan semestinya dan perlu dilakukan pembongkaran serta penggantian media dan pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang menyulitkan.

Karena itu pemilihan media merupakan hal yang sangat penting di dalam mendesain filtrasi ini.

Beberapa syarat yang perlu diperhatikan untuk aplikasi :

1. Sediment di dalam limbah cair harus cukup rendah.

2. suspended solid yang terendapkan harus kurang dari 100 ml/l.

3. COD dari limbah tidak lebih dari 4000 mg/l.

Banyak teori dan pendapat yang menjelaskan proses yang terjadi, tetapi terdapat beberapa patokan logis yang perlu diperhatikan di dalam mendesain dalam pelaksanaan konstruksi filtrasi horizontal, adalah :

- filter bed yang luas dan tidak terlampau dalam.

- Zona inlet yang lebih luas.

- Perlu diatur agar aliran terdistribusi secara merata pada seluruh lebar zona inlet.

- Memakai gravel dengan bentuk yang relative bulat dan ukuran yang hampir sama untuk media.

Agar tidak terjadi percolasi air limbah karena kebocoran, maka konstruksi filter filter dibuat dengan :

- lapisan tanah lait yang kedap air.

- Plastik

- Pasangan (beton, pasangan batu).

3. TANAMAN

Tanaman yang digunakan untuk menutup filter media adalah :

- yang hidup di air limbah

- yang mempunyai pola perakaran yang dalam dan luas hingga dapat menjalar dan menembus sela filter media dan mencengkeram.

BORDA (Brement Overseas Research & Development Association) melaporkan bahwa Phragmites Australis (Glagah, Parumpung, Kasongket) merupakan tanaman yang amat baik digunakan pada konstruksi ini.

No comments:

Post a Comment